Pages

Minggu, 06 Desember 2020

Cerpen yang berjudul "Perlombaan "Nupho" 2017

 

Perlombaan “NuPho” 2017

 

Namaku adalah Fakhru Widyan Firdaus, kawanku di sekolah sering memanggilku Widyan, entah apa yang mereka pikirkan memanggilku dengan nama tengahku. Aku masih di bangku Sekolah Menengah Pertama dan bersekolah di SMP Negeri 1 Yosowilangun. Seketika aku masih sekolah, saat itu masuk waktu jam istirahat aku keliling sekolah, dan melewati papan pengumuman (mading). Di mading tersebut aku melihat sebuah brosur yang isinya tentang olimpiade fisika yang akan di adakan pada tanggal 24 September 2017 dan yang mengadakan olimpiade tersebut berasal dari Universitas Negeri Malang (dahulu disebut IKIP Malang), disitulah aku ada keinginan untuk mengikuti olimpiade tersebut.

 

Pada hari selanjutnya, setelah aku meilihat brosur tersebut aku masih berpikir bagaimana cara daftar ke olimpiade tersebut, mencari teman setim agar memenuhi persyaratannya. Setelah bertanya – tanya kepada panitia yang menyelenggarakan olimpiade tersebut, aku pun selanjutnya meminta izin kepada orang tuaku agar di perbolehkan dan mendapat restu untuk mengikuti olimpiade fisika tersebut.

 

Setelah meminta restu dan izin kepada orang tuaku, aku mencari teman setim agar memenuhi persyaratan yang ada, setelah beberapa hari mencari – cari teman untuk setim ku, dan akhirnya pun aku menemukan teman setimku, untuk memenuhi persyaratan olimpiade fisika yang akan aku ikuti walau dia masih kelas 8 SMP dan aku kelas 9 SMP, tetapi hal itu tidak aku pikirkan yang terpenting mendapatkan pengalaman baru itu.

 

Di hari berikutnya setelah aku pun meminta kepada guru yang mengajar IPA untuk menjadi pendamping saat mengikuti olimpiade tersebut, dan guru pengajar IPA ku waktu itu pun mau menjadi pendamping di babak penyisihan dan sayang, tidak bisa menjadi pendamping apabila team aku lolos ke babak perempat final itu. Tetapi menurutku tidak apa – apa untuk masalah tersebut sudah ada solusinya menurutku sendiri.

 

Setelah mendapat pendamping, aku berpesan kepada pendampingku untuk mengajari materi – materi olimpiade itu seperti apa dan bagaimana cara – cara mengerjakan dengan baik dan benar. Selanjutnya pada saat babak penyisihan akan di mulai pada tanggal 24 September 2017, pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB timku, beserta guru pendamping ku berangkat ke tempat olimpiade itu di SMA Negeri 2 Lumajang (yang menjadi rayon Kota Lumajang). Aku pun berdoa dan terus berdoa saat ada di dalam perjalanan, agar diberi kemudahan dalam mengerjakan soal – soal yang ada itu.

 

Sesampai di tempat olimpiade itu, aku pun meminta doa kepada pendampingku agar menang dan lolos ke babak perempat final. Aku pun masuk ke dalam kelas yang sudah di siapkan oleh pihak panitia, aku dan teman se timku mengerjakan soal – soal itu, pena ini menari – nari di atas kertas hitunganku. Setelah selesai mengerjakan soal – soal tersebut, kami pun langsung di beri sertifikat oleh panitia penyelenggara olimpiade.

 

Setelah menunggu hasil selama 6 hari kemuadian, ternyata kami yang mengikuti olimpiade fisika tersebut lolos ke babak perempat final. Tim kami pun bahagia bisa masuk ke babak perempat final, pada H – 2 sebelum pelaksanaan babak perempat final yang akan di adakan di Universitas Negeri Malang, aku kebingungan untuk mencari supir karena orang tua ku tidak bisa menyetir mobil. Dan pada H – 1, aku pun mendapatkan supir yang akan mengantarkan ke kota Malang untuk mengikuti babak perempat final yang akan di adakan pada tanggal 07 Oktober 2017 yang bertempat di Universitas Negeri Malang.

 

Pada tanggal 06 Oktober yaitu H – 1 menjelang babak perempat final, kami beserta orang tua dariku dan supir akan berangkat ke Kota Malang setelah sholat ashar, dalam perjalanan kakakku sudah mencarikan homestay yang akan kami inap untuk semalam. Selama 5 jam perjalanan, kami berhenti di tempat makan yang berada di Kota Probolinggo untuk makan sore terlebih dahulu. Sesampai sampai di Kota Malang kami pun langsung menuju ke homestay yang sudah di pesankan oleh kakakku. Sesampai di homestay kami pun istirahat semalaman.

 

Keesokan harinya, aku, ayahku, dan teman se timku mencari warteg yang dekat dengan homestay untuk sarapan pagi. Sesudah sarapan pagi kami pun bersiap – siap untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat olimpiade fisika babak perempat final yang bertempat di Universitas Negeri Malang di kampus Fisika. Setiba sampai disana aku bertemu dengan kakakku, karena ia termasuk dalam panitia olimpiade itu, aku dan teman setimku antri untuk mengisi identitas yang sudah di sediakan oleh panitia. Selanjutnya, semua peserta masuk ke ruang yang sudah di atur oleh panitia sebelumnya untuk mengikuti babak perempat final itu. Semua peserta pun berdoa agar lolos ke babak puncak yaitu ke babak final agar mendapatkan juara 1. Setelah kami mengerjakan soal – soal tersebut, selama kurang lebih 3 jam kami menunggu hasil apakah lolos ke babak final. Ternyata, setelah kami menunggu hasilnya membuat kami kecewa karena tidak lolos ke babak final. Teman se timku pun hampir sedih, dan aku menenangkan dia dengan cara menasehati agar qanaah saja atas usaha yang sudah kita keluarkan.

 

Setelah itu dia pun sadar atas apa yang aku nasihatkan, dia pun langsung tenang, setelah semua selesai. Kami pun akan melanjutkan perjalanan pulang ke Kota Lumajang, selama dalam perjalanan kurang lebih 5 jam. Sesampai di Kota probolinggo lebih tepatnya, kami pun berhenti untuk membeli oleh – oleh yang berupa buah mangga melewati gang sempit sampai mobil kujalankan dengan pelan karena banyak sekali polisi tidur di jalan sempit itu. Setelah selesai kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke Kota Lumajang dengan selamat. Semoga pengalaman ku ini bisa aku tambah lagi di masa aku duduk di bangku sekolah menengah atas.

 

 

 

 

 

 

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates